Hukum

Giliran Politisi PDIP Dipanggil KPK, Kasus Gurita Suap Jalur Kereta Api Masih Lanjut Terus!

Jakarta, Bincang.id – Gedung Merah Putih KPK lagi-lagi kedatangan tamu penting, nih. Kali ini, politisi dari PDI Perjuangan, Riyan Dediano (RYD), resmi dipanggil dan diperiksa oleh tim penyidik KPK pada Kamis pagi. Riyan dipanggil sebagai saksi terkait kasus dugaan suap megaproyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Ditjen Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.

“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, atas nama RYD,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada para jurnalis.

Nggak sendirian, KPK sebenarnya juga memanggil satu orang lagi dari pihak swasta berinisial WPW. Riyan sendiri terpantau kooperatif dan sudah datang sejak jam 09.46 WIB, sementara si WPW ini belum ketahuan apakah ikutan hadir atau mangkir.

KPK Lagi ‘Ngebut’ Periksa Saksi

Minggu ini, jadwal penyidik KPK emang lagi padat banget buat ngurusin kasus DJKA. Sebelum manggil Riyan, mereka sudah lebih dulu menciduk keterangan dari beberapa nama besar, di antaranya:

  • Senin: Mantan Dirut PT Len Railway Systems, Agung Darmawan.
  • Rabu: Mantan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Medan (yang sekarang jadi dosen), Dandun Prakosa, plus Ketua Kadin Kota Surakarta, Ferry Septha Indrianto.

Awal Mula Kasus: Dari OTT Sampai Jerat 21 Tersangka!

Biar nggak bingung, kasus kakap ini sebenarnya berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Semarang pada April 2023 lalu. Awalnya KPK cuma nahan 10 orang, tapi setelah diusut punya usut, kasusnya malah makin melebar ke mana-mana!

Sampai awal tahun 2026 aja, total sudah ada 21 orang tersangka yang dijebloskan ke sel, termasuk mantan anggota DPR RI, Sudewo. Nggak cuma orangnya, dua korporasi atau perusahaan besar juga ikutan dicap sebagai tersangka!

Proyek yang “diakalin” juga nggak main-main, tersebar dari Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi. Mulai dari jalur ganda Solo Balapan-Kalioso, proyek kereta di Makassar, Lampegan Cianjur, sampai urusan perbaikan perlintasan sebidang.

Modusnya klasik tapi rapi: KPK menduga ada permainan buat ngatur siapa yang bakal menang tender lewat rekayasa berkas administrasi.

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker